Thanks udah mau mampir....Tolong Isi Buku tamunya yah

Qur'an Camp

Program Qur'an Camp 31 Agustus- 1 September 2012 di Pesantren El Tahfidz Nurul Fikri Cileungsi Bogor, Jawa Barat

MOTIVATION TRAINING KELAS 9

MT kelas 9 yang di laksanakan di bumi perkemahan,Cikole Bandung,bekerjasama dengan Daarut Tauhid pimpinan K.H Abdullah Gymnastiar

ALUMNI NFJHS 14

Quatorzephyr

UTS 1 TA 2012 2013

Ayo siapkan diri untuk menghadapi UTS 1

Study Tour dan Study Banding ke Malaysia

Kamis-Ahad, 1-4 Nopember 2012

Saturday, September 14, 2013

Dul

KITA tentu tak menyangka bagaimana mungkin seorang bocah berusia 13 tahun sudah dilepas membawa mobil sendiri pada tengah malam.

Memang ia ditemani seseorang, tetapi ia juga masih terbilang bocah. Bukan mengemudi di dekat rumah dengan pengawasan orangtua, melainkan di jalan tol, menempuh jarak yang terbilang jauh. Dan apesnya, enam orang tewas, dan beberapa anak langsung menjadi yatim piatu.

Ini tentu sangat memprihatinkan. Namun setiap kali melihat bagaimana masyarakat mendidik anak-anak, saya sebenarnya sangat khawatir. Tak dapat dipungkiri, tumbuhnya kelas menengah telah menimbulkan gejolak perubahan yang sangat besar.

Namun reaksinya sangat ekstrem: Yang satu mengekang habis anak-anak dengan dogma, agama dan sekolah sehingga melahirkan anak-anak alim yang amat konservatif, yang satunya memberi materi dan servis tiada batas, sehingga menjadi amat liberal.

Di segmen atas anak-anak diberikan mobil, di bawah menuntut dibelikan sepeda motor meski usianya belum 17 tahun. Kebut-kebutan menjadi biasa, korban pun sudah sangat sering berjatuhan. Karena mereka bukan siapa-siapa maka kecelakaan dan kematian yang ditimbulkan tidak masuk dalam orbit media massa. Kematian yang ditimbulkan Dul mengirim sinyal penting bagi kita semua.

Business class
Di pesawat terbang, mungkin hanya di Indonesia, Anda bisa menyaksikan keluarga-keluarga muda membawa anak-anaknya duduk di kelas bisnis. Dua orang baby sitter, duduk sedikit di belakang, tak jauh dari batas kelas eksekutif mengawal anak-anak yang sudah bukan bayi lagi itu. Di masa liburan, bukan hal aneh menemukan keluarga menunggu di business lounge, dan naik pesawat dengan tiket termahal.

Sayang sekali, cara makan anak-anak belum dididik layaknya kelas menengah. Berteriak-teriak di antara kalangan bisnis, makan tercecer di jalan, dan di atas pesawat memperlakukan pramugari seperti pembantunya di rumah. Sebentar-sebentar bel dipijit, dan pramugari bolak-balik sibuk hanya melayani dua orang kakak-beradik yang minta segala layanan. Menjelang tiba di tujuan, orangtua baru mulai menyentuh anak-anaknya, dibantu baby sitter yang terlihat gelisah. Orangtua mereka umumnya adalah pemilik areal pertambangan, pedagang, atau ada juga seleb-seleb muda yang belakangan banyak bermunculan. Ayah dan ibu memilih tidur.

Jarang ditemui percakapan yang memotivasi, atau mengajarkan sikap hidup. Paling banter, mereka bermain video game, dari iPad yang dibawa anaknya. Padahal di luar negeri, iPad adalah alat kerja eksekutif yang dianggap barang mewah. Kesulitan orangtua tentu bukan hanya berlaku bagi kelas menengah saja. Di taman kanak-kanak yang diasuh istri saya di Rumah Perubahan, di tengah-tengah kampung di dekat Pondok Gede hal serupa juga kami temui. Belum lama ini sepasang suami-istri menitipkan anaknya untuk sekolah di tempat kami, dan setelah mengecek status sosial-ekonominya, anak itu pun diputuskan untuk diterima.

Namun ada yang menarik, setelah diobservasi, anak berusia lima tahun itu seperti belum tersentuh orangtuanya. Ia seperti rindu bermain, motorik halus dan kasarnya belum terbentuk, jauh tertinggal dari teman-teman sebayanya. Setelah dipelajari dan orangtua diajak dialog, kami menjadi benar-benar paham pergolakan apa yang tengah terjadi dalam masyarakat kita. Orangtua selalu mengatakan, “Saya bekerja keras untuk menyiapkan masa depan anak-anak. Saya juga sering mengajak mereka berlibur”. Namun, anak-anaknya menyangkal semua pemberian itu.

Faktanya, anak-anak tak terbentuk. Sikap sosialnya, termasuk modal dasar yang disebut para ahli pengembangan anak sebagai executive function dan self regulation tidak terbentuk. Orangtua hanya fokus pada kemampuan anak berhitung dan membaca. Padahal, mereka juga harus pandai mengelola “air traffic control” yang ada dalam pikiran anak-anaknya agar kelak mampu menjadi insan mandiri yang bertanggung jawab.

Executive function
Anak-anak kita menghadapi dunia baru yang benar-benar berbeda dengan kita, sehingga mudah sekali “berpaling” dari hal-hal rutin seperti sekolah dan belajar. Mereka hidup dalam dunia yang penuh dengan “gangguan” (distraction) seperti sosial media dan telekomunikasi yang saling bersahutan. Kita semua akan sangat kesulitan menjaga dan membimbing anak-anak kita bila modal dasar executive function tidak ditanam sejak dini. Apalagi bila sekolah hanya fokus pada angka dan huruf, seakan-akan pengetahuan dan rumus adalah segala-galanya.

Menurut berita yang saya baca, Dul ternyata sudah sejak Juni lalu tak sekolah. Saya tak tahu tentang kebenaran berita ini. Tetapi Minggu dini hari dia masih mengendarai mobil, mengantar pacar lewat jalan tol, tentu mengindikasikan anak itu (ini juga bisa terjadi pada anak-anak kita, bukan?) telah hidup dalam abad distraction, sulit untuk fokus sekolah dan belajar. Studi-studi tentang executive function dalam child development antara lain banyak bisa kita temui dalam buku dan video yang diberikan psikolog-psikolog terkemuka, seperti Ellen Galinsky dan Debora Philip.

Mereka menemukan, di abad ini, anak-anak perlu mendapat fondasi hidup yang jauh lebih penting dari sekadar tahu angka dan huruf. Anak-anak itu perlu dilatih tiga hal: Working memoryInhibitory control, dan Mental flexibility. Ketiga hal itulah yang akan membentuk generasi emas yang bertanggung jawab dan produktif. Mereka sedari dini perlu dibentuk cara bekerja yang efektif, fokus, tahu dan bekerja dengan aturan, sikap positif terhadap orang lain, mengatasi ketidaknyamanan, dan permintaan yang beragam, serta cara mengelola informasi yang datang bertubi-tubi.

Pikiran mereka dapat diibaratkan menara Air Traffic Control di Bandara Cengkareng dengan ratusan pesawat yang datang dan pergi, semua berebut perhatian dengan sejuta masalah yang harus direspons cepat. Maka itu, masalah Dul bukanlah sekadar masalah Ahmad Dhani yang menjadi seleb, atau masalah keluarga broken home. Ini adalah masalah kita bersama, masalah yang dihadapi anak-anak kita. Dari kita yang tidak fokus dan sibuk mencari uang atau mengurus orang lain. Kita yang dibentuk oleh sistem pendidikan model revolusi industri yang masih berpikir cara lama.

Ditambah guru-guru yang juga banyak tidak fokus, tidak paham problem yang dihadapi generasi baru, yang punya ukuran kecerdasan menurut versi mereka sendiri, dalam model persekolahan yang materialistis dan old fashion. Sekolah yang menjenuhkan dan tidak membuka fondasi yang diperlukan anak-anak sehingga mereka lari dari rutinitas.

Ini pun sama masalahnya dengan orangtua yang lari dari dunia nyata dan berlindung dalam benteng-benteng dogma dengan menyembunyikan anak dari dunia riil ke tangan kaum konservatif yang menjadikan anak hidup dalam dunia yang gelap dan steril. Anak-anak kita perlu pendekatan baru untuk menjelajahi dunia baru. Mereka perlu dilatih keterampilan-keterampilan hidup, fokus dan selfregulations, menjelajahi hidup dalam aturan, yang ditanam sedari usia dini.

RHENALD KASALI
Pendiri Rumah Perubahan
@Rhenald_Kasali

Saturday, June 22, 2013

LEPAS SAMBUT KEPSEK LAMA DAN BARU









KEPSEK LAMA BAJU COKLAT,KEPSEK BARU BAJU MERAH,KETUA KOMITE DUDUK BERJILBAB


Doa kami untuk Bp. Joko Prayitno semoga sukses di tempat yang baru dan untuk Kepsek yang baru Bp. Suparno semoga mampu mempertahankan dan meningkatkan prestasi SMP IT Nurul Fikri. Amiiin. Buat para guru mari kita dukung dan sukseskan pemimpin yang baru.Allahu Akabar......!!!!

Thursday, June 20, 2013

PENILAIAN BUKU PAKET TA 2013-2014

Pada hari Kamis, 20 Juni 2013, para Ust/zh melakukan penilaian buku paket yang akan digunakan sebagai salah satu sumber belajar siswa pada tahun ajaran 2013-2014.
Adapun penilaian buku paket yang dilakukan adalah sbb: kelayakan isi, kebahasaan, penyajian, kegrafikaan dll
Bagi yang ingin tahu lebih banyak format yang kami gunakan dalam penilaian buku paket dapat download disini
BUKU-BUKU YANG AKAN DINILAI

KEPALA SEKOLAH DIBALIK TUMPUKAN BUKU

UST.RIDHO, SERIUS MENILAI BUKU

UST.TIRTA SEDANG MENGAKUMULASI NILAI,USTZ.DWI NURUL MASIH SERIUS MENILAI

UST.JOKO DAN UST.RIZKI SERIUS MEMILAH BUKU

CONTOH HASIL PENILAIAN

Wednesday, June 19, 2013

INFO PPDB DEPOK TERKINI

Silahkan klik disini untuk mendapatkan informasi tentang PPDB Depok TA 2013-2014

Friday, June 14, 2013

INFO PENDAFTARAN PESERTA DIDIK BARU SMP, SMA DAN SMK NEGERI KOTADEPOK TP. 2013/2014



BAGI YANG INGIN MENDAFTAR KE SMP, SMA DAN SMK DI KOTA DEPOK
SILAHKAN KLIK DISINI
SEMOGA SUKSES YAH .............SEMOGA MENDAPAT SEKOLAH IDAMAN

Monday, June 10, 2013

Sekolah Wajib Sediakan Lima Persen Kuota ABK

PENGUMUMAN PPDB SMAN 1 DEPOK TAHUN PELAJARAN 2013-2014


  1. Pendaftaran Calon Peserta Didik Baru SMA dari keluarga miskin dan ABK dilaksanakan pada tanggal 17 Juni 2013 s/d 20 Juni 2013 Pukul 08.00 s.d 14.00 WIB.
  2. Pendaftaran Calon Peserta Didik Baru SMA jalur Reguler dilaksanakan pada tanggal 01 Juli 2013 s.d 03 Juli 2013 pukul 08.00 s.d 12.00 WIB .
Hal-hal yang berhubungan dengan Petunjuk teknis Pelaksanaan Pendaftaran PPDB akan diinformasikan kemudian. 
sumber : sman1depok.sch.id

Friday, June 7, 2013

JADWAL PPDB SMP, SMA DAN SMK DKI JAKARTA

Berikut ini persyaratan dan jadwal PPDB SMP, SMA dan SMK di Provinsi DKI Jakarta Tahun Pelajaran 2013-2014:

A.  Persyaratan 
  • memilikiSKHUN SD/MI atau SKHUN SMP/MTs
  • berusia maksimal 18 tahun untuk SMP dan 21 tahun untuk SMA/SMK
  • menyerahkan fotocopi kartu keluarga (KK)  serta memperlihatkan aslinya.
B.  Jadwal Pendaftaran
  • Kegiatan PPDB SMP, SMA dan SMK dimulai tanggal 18 Juni 2013 sampai dengan tanggal 12 Juli 2013,  dengan beberapa tahap pendaftaran, untuk lebih lengkapnya silakan klik link di bawah ini.
Semoga informasi ini bermanfaat bagi kita semua. 
Maaf untuk sampai saat ini kami belum mendapat informasi mengenai PPDB di Kota Depok. 
Semoga Sukses

Thursday, June 6, 2013

Penerimaan Siswa Baru Tergantung Hasil NEM


Metrotvnews.com--Jakarta: Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2013/2014 untuk SMP dan SMA eks Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional di Jakarta diperkirakan masih tetap mengacu pada Nilai Evaluasi Murni (NEM).

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Agus Suradika kepada Metrotvnews.com pada Senin (11/2) yang mengatakan bakal ada peraturan gubernur (pergub) yang mengatur bagaimana seorang siswa bisa masuk ke sekolah lanjutan.

"PPDB ditentukan berdasarkan komposisi. 45% dari kursi yang tersedia dilihat NEM-nya. Kemudian 45% diisi oleh siswa yang tempat tinggalnya berdekatan dengan sekolah tersebut. Lalu 5% bagi yang berprestasi dan 5% lainnya adalah siswa yang berasal dari luar wilayah," papar Agus.

Di lain pihak, Kepala Sekolah SMA 81, Jakarta, Hasnati Ramli mengatakan sudah mengetahui rancangan pergub tersebut. Ia berpendapat bahwa komposisi dari rancangan tersebut sudah bagus, namun dengan catatan bahwa NEM yang didaftarkan oleh siswa harus benar-benar akurat. Ia menegaskan bahwa NEM benar-benar menjadi representatif siswa yang bersangkutan.

"Kami tunggu kabar soal pergub itu. Tapi kemungkinan besar PPDB tidak lagi menggunakan hasil rapor dan test," kata Hasnati. (Budi Ernanto/Uut)

Tuesday, June 4, 2013

REKAPITULASI HASIL UJIAN NASIONAL SMA KOTA DEPOK